Pernahkah suatu hari ketika anda mencolokkan USB flashdisk ke komputer dan ternyata mendapati beberapa kotak dengan beberapa pilihan. Kotak itu merupakan fitur”autorun”. Hati-hati dengan kotak menu ini. Jangan sembarangan mengklik pilihan yang ada di dalam menu itu. Soalnya salah satu atau beberapa opsi bisa jadi menjalankan malware.
Sebelumnya apa sih malware itu ?
malware(malicious software) adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, peladen atau jejaring komputer tanpa izin termaklum (informed consent) dari pemilik. Istilah ini adalah istilah umum yang dipakai oleh pakar komputer untuk mengartikan berbagai macam perangkat lunak atau kode perangkat lunak yang mengganggu atau mengusik. Istilah ‘virus computer’ terkadang dipakai sebagai frasa pemikat (catch phrase) untuk mencakup semua jenis perangkat perusak, termasuk virus murni (true virus).
Jadi, bagaimana penyebaran malware melalui USB flashdisk ?
Secara singkat begini, sebuah program dapat secara otomatis berjalan ketika USB flashdisk dicolokan. Supaya bisa begitu, USB flashdisk harus punya file bernama “autorun.inf”. Malware akan membuat file itu supaya dirinya bisa dijalankan saat USB flashdisk dicolokkan. Ketika itulah komputer juga akan terjangkit malware(Maliciuos Software).
Bagaimana jika ada USB flashdisk lain yang masih bersih dan tercolok ke komputer ? Apakah akan terkena malware tersebut ?
kalau ada USB flashdisk yang masih bersih juga tercolok ke komputer, USB flashdsik itu akan pula terkena malware. Sebenarnya ada beberepa langkah mencegah malware pindah dari USB flashdisk. . salah satunya Langkah-langkah dengan cara pembuatan file “autorun.inf”.
Langkah-langkahnya begini.
1. Tampilkan semua file yang ada dalam windows explorer termasuk file yang disembunyikan.
2. Buka USB flashdisk(pastikan sudah bebas virus), hapus file autorun.inf yang ada.
3. Buatlah folder baru dengan nama “autorun.inf”
4. Masuk ke folder yang baru saja dibuat.
5. Buat teks file dengan notepad dengan nama sembarang. Dimana file itu akan diubah dengan karakter-karakter dari bahasa Jepang, Korea, atau Cina.
6. Jika yang sudah terinstal microsoft office, coba buka Character Map ([Start] > [All Programs] > [Accessories] > [system Tools] > [Character Map]).
pilih font[Arial Unicode Ms]. Scroll kebawah sampai anda menemukan karakter-karakter Jepang, Korea atau Cina. Klik ganda pada karakter yang dipilih beri beberapa karakter untuk nama file.
7. klik pada yang anda sudah pilih kemudaian [copy]
8. Setelah itu, ubah rename file teks yang sudah dibuat.
9. Paste ([Ctrl] + [V]) pada file tersebut. Jika yang muncul bukan huruf Jepang, Korea atau Cina, itu tak apa.
Amankah USB flashdisk tersebut setelah pembuatan folder “autorun.inf” ?
Dengan membuat folder bernama autorun.inf, USB flashdisk anda jadi aman, karena malware tidak bisa membuat satu folder yang sama, dalam satu folder di Windows karena nama “autorun.inf” sudah kita pakai. Pembuatan teks file dengan nama file yang menggunakan karakter dari bahasa Jepang, Korea atau Cina memiliki alasan. Kenapa ? Karena malware biasanya tidak mendukung Unicode sehingga karakter-karakterJepang, Korea, atau Cina pun tetap dianggap karakter Windows.